FF/YUNJAE/TOKI WO TOMETE/PG13/Chap2

Posted: 26 September 2010 by Fifi Fanfan in Fanfiction
Tag:, , , , ,

Annyeong🙂. diriku datang membawa chap 2 neh . mian kalu kelamaan + ceritanya makin geje hehheheh…. berhubung lagi banyak tugas jadi admin” disini makin jarang ngepostnya hiks😥. daripada makin ngelantur cekidoooot aja deh.

Title : Toki Wo Tomete(Please Stop The Time)

Cast : Dbsk and other

Pairing : Yunjae

Rating : G/YAOI (⥉)

Author : Picture of you a.k.a JJ’s wife a.k.a fiifhy

Chapter 2 of(?)
[still jaejoong POV]
Aku mendongak mendapati Changmin , murid akselerasi sekaligus ketua kelasku mengulurkan tangannya sambil tersenyum tulus padaku. Padahal semenjak kelas 1 tidak ada orang yang mau mengajakku bicara ataupun berlama-lama berbincang denganku karena aku dekat sekaligus pengikut preman sekolah. Itu bukan salah mereka.. aku tahu itu ! aku juga tahu kalau mereka bukannya tidak mau berteman denganku tapi karena mereka takut pada yunho. Aku ingat kejadian 1 minggu setelah acara MOS…
{Flashback}
Hari ini aku disuruh menggantikan tugas yunho membersihkan kelas. Dia yang membuat masalah kenapa aku yang harus mengerjakannya ?! Akh…. Andai aku tidak menawarkan diri menuruti semua perintahnya waktu itu aku tidak akan menderita seperti ini ! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku menyuruh pikiranku untuk menghentikan spekulasi-spekulasi seperti itu.Aku tidak boleh menjilat ludahku sendiri ! Pikirku dalam hati sambil tetap melanjutkan membersihkan papan tulis.
“Annyeong jaejoong-ssi… mau kubantu ?”
Tawar seorang yeoya teman kelasku sambil tersenyum manis. Aku menatapnya dengan tatapan seakan mengatakan ::”Terima kasih tuhan kau menurunkan seorang peri baik hati yang manis sepertinya”:: Dia tertawa kecil melihat ekspresiku.
“Gwancana ng….”
Kataku bingung ingin memanggilnya apa.
“Nae Park shin hye imnida… “
Ucapnya tersenyum lagi membuat bagian dagunya tertarik dan terbentuk dengan indah.
“Mianhe… shin hye-ssi ! aku belum hafal nama-nama teman sekelas jadi aku tidak tahu harus memanggilmu apa !”
Ujarku sambil tersenyum canggung.
“Gwancana jaejoong-ssi… aku juga belum hafal semua nama-nama teman sekelas ! Yah sudahlah biar kubantu.. ini kan bukan tugasmu memangnya kau sanggup menyelesaikan ini semua sebelum bel masuk ?”
Jelasnya kemudian mengambil lap,tanpa menunggu persetujuan dariku dia langsung membantuku dan mulai mengelap jendela. Yeoya yang manis… pikirku.
“Ya .. jaejoong-ssi… shin hye-ssi kalian sangat serasi!”
Celetuk seorang namja teman sekelas kami yang baru masuk ke kelas dengan senyum jailnya.
“hahahh… sepertinya itu benar! Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!”
Diikuti ledekan seorang yeoya kelas kami yang ada dibelakangnya. Disusul ledekan-ledekan lainnya dari teman sekelas kami yang lain membuat Park shin hye tersenyum malu. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman manisku.
“Ya kalian!!! Apa yang kalian lakukan hah ?!!!”
Bentak seseorang yang aku pikir itu suara yunho! Dan memang benar.. yunho berdiri didepan pintu kelas dengan tatapan yang mengerikan kemudian Yunho berjalan kearahku lalu menggenggam tanganku sekuat tenaga.Aku merasa pergelangan tanganku perih sekali . Ya tuhan… orang ini mau apa lagi sih??? umpatku dalam hati.
“Kalian tidak boleh mendekati jaejoong! Dia itu punyaku… Aku tidak akan membiarkan seorangpun dari kalian mendekatinya!”
Bentaknya kasar sambil menghempaskan penghapus yang sedang kupegang. Heh… dia seperti anak kecil saja ,pikirku. Memangnya aku barang !
“Memangnya dia mainanmu ?!”
Cibir seorang namja bernama lee-teuk dan menatap yunho tajam.
“Kalau iya kenapa ??!!!”
Jawab yunho lalu melayangkan tendangan keperut lee-teuk membuat lee-teuk seketika terkapar. Lalu yunho menatap tajam kearah Park shin hye yang terlihat syok diujung sana.
“Dan kau !!! Jangan sok manis dihadapannya, kau bahkan tidak lebih baik dari wanita penggoda!!!!”
Katanya sarkatis lalu menyeretku keluar kelas. Aku meringis karena pergelanganku terasa sakit,selebihnya aku hanya pasrah diseret-seret keluar.Aku takut… aku takut melihat ekspresinya yang menakutkan seperti tadi makanya aku hanya diam dan mengikuti kemauannya.
Akhirnya aku memberanikan diri masuk di jam kedua , aku masuk sendirian karena yunho membolos setelah memberikanku ceramah tentang aturan hubunganku dengannya, hubungan antara BOS dan PENGIKUT tentunya.dimana hanya dia yang boleh berbicara juga memerintahkanku dan aku tidak boleh dekat-dekat dengan orang lain selain dia. Pikiranku memerintahkanku untuk tidak mengikuti maunya tapi hatiku berkata lain, karena sedari kecil aku diajarkan untuk tetap memegang teguh setiap ucapanku jadi mau tidak mau aku harus memegang ucapanku yang menawarkan diri mengikuti apa yang yunho perintahkan kepadaku. Aku bernafas lega melihat belum ada guru yang masuk, namun saat aku melangkah ke bangkuku aku merasakan berbagai macam tatapan teman sekelas kepadaku ada yang menatapku dengan pandangan kasihan,takut,sinis,bahkan cuek seakan aku tidak ada. Kulirik park shin hye yang menatapku dengan pandangan kecewa sekaligus takut. Lalu kudekati lee-teuk yang terlihat kesakitan akibat tendangan yunho.
“lee-teuk ssi… gwancana ?”
Tanyaku dengan nada khawatir. Namun dia tidak memperdulikanku bahkan dia tidak memandangku sekalipun. Sementara kang-in yang duduk disebelahnya menatapku dengan pandangan sinis. Akhirnya aku berjalan kebangkuku dengan berbagai macam pertanyaan maupun pernyataan yang berkecamuk dibenakku. Aku menghela nafas berat ,dulu aku punya banyak teman namun sekarang sepertinya takdirku berkata lain.semenjak itu tidak ada yang berani menegurku,kalaupun ada paling hanya sekedar berkata:
“Mana buku pr mu”(diucapkan ketua kelas saat mengumpulkan PR sekelas) atau,
“Ini !” (saat aku meminjam Pulpen)
“Commaneyo !” (saat aku berterima kasih saat mengembalikan pulpen yang kupinjam),dan berkata
“Aniyo atau ne!” (saat aku bertanya sesuatu).
Yah.. begitulah hari-hariku disekolah selama kurang lebih 3 tahun ini. Itulah konsekuensi dari tindakanku yang memilih mengikuti perintah yunho.Aku tidak pernah menyesal sekalipun! Karena ada yunho yang meramaikan hidupku yang sepi ini. Walaupun dengan cara yang kadang menyakitiku tentunya…!
{End of Flash back}
Aku menyambut uluran tangan changmin lalu berterima kasih padanya dengan tulus.
“Ghamsahamnida changmin-ssi… !”
Ujarku ketika aku bisa kembali bangkit.
“Gwanchasimika jaejoong-ssi ?”
Tanyanya melihatku sedikit meringis menahan sakit dipergelangan kakiku akibat terjatuh tadi.
“nae gwanchana …”
Kataku. Kulihat dia tersenyum lega.
“Kau juga mau beli eskrim ?”
Tanyanya membuatku mengingat kembali tujuan awalku kesini.Aku mulai panik mengingat yunho akan membunuhku karena membiarkannya menunggu lama. Changmin melihat jelas raut wajahku yang menandakan kekhawatiran dan ketakutanku.
“Kalau kau mau ini ambil punyaku saja! Tiba-tiba aku tidak ingin makan eskrim.”
Tawarnya padaku, aku memandangannya bingung. “Kalau dia tidak mau makan eskrim kenapa dia beli ?” Tanyaku dalam hati. Aku tidak memperdulikan hal itu sekarang , aku hanya ingin segera sampai didepan yunho makanya aku mengambil es krim milik changmin lalu berjalan cepat menyeruak kerumunan orang yang masih belum berkurang jumlahnya , setelah sebelumnya aku berterima kasih dan berjanji akan menggantinya nanti. Fiuh… akhirnya aku bisa keluar dari kerumunan lautan manusia itu , aku tidak ingin membuang banyak waktu makanya aku berlari tergesa-gesa menuju kekelas namun dipersimpangan antara jalan kekelasku dengan jalan keperpustakaan aku menabrak seseorang sehingga eskrim yang kugenggam jatuh dan diinjak oleh orang yang kutabrak tadi.
“Mian…mianhe!!”
Ucapku sambil membantu orang yang kutabrak itu berdiri.
“Kalau jalan lihat-lihat dong !”
Bentaknya padaku lalu berjalan meninggalkanku yang terpaku melihat eskrim yang susah payah aku dapatkan tergeletak dilantai dan gepeng ! “Aish….. otthoke ???!!!” umpatku dalam hati meruntukki nasibku beberapa menit yang lalu. Saat ini aku benar-benar ingin menarik ucapanku tentang hari baik dan dewi fortune yang kuucapkan 1 jam yang lalu! Kim jaejoong kau benar-benar tidak bisa terlepas dari kesialan!!! Aku berjalan lunglai kekelas dengan membawa eskrim yang sudah tidak berbentuk itu. Aku tidak berani menatap yunho ketika aku memasuki kelas.
“Ya!!! Kenapa kau lama sekali ?”
Bentaknya kasar. Aku hanya menatapnya dengan pandangan memohon belas kasihannya.
“Sudahlah !! jangan menatapku seperti itu ! Mana eskrimku ???”
Tanyanya sambil mengulurkan tangannya dengan tidak sabar kepadaku. Takut-takut aku mengulurkan padanya eskrim yang entahlah masih pantas disebut eskrim atau bukan. Aku menunduk , tidak sanggup melihat ekspresinya. Aku lebih memilih memperhatikan lantai yang seakan-akan lebih menarik bagiku dibanding ekspresinya yang seakan mau menelanku.Dan Kuakui itu memang benar.
“Mwo ?!!! Kau anggap aku ini apa , sampai-sampai kau memberiku makanan yang tidak layak seperti ini !”
Aku merasa dia seakan-akan bisa menelanku setiap saat dengan tatapannya yang walaupun merunduk aku masih bisa merasakan tatapannya yang menusuk.
“Mian….. yunhoa~, aku benar-benar tidak sengaja!”
Kurasakan suaraku bergetar saking takutnya.
“Mian ??? mian katamu ? kau membiarkanku menunggu lama hanya untuk makanan seperti ini dan kau hanya berkata mian padaku ?”
Nada suaranya naik 2 oktaf dari yang tadi membuatku ingin sekali menghilang dari sini. Kurasakan pandangan teman-teman sekelas beralih kepada kami namun itu hanya bertahan 8 detik karena mereka berbalik lagi dan berpura-pura tidak ada apa-apa padahal aku tahu sekali mereka kini memasang telinga mereka baik-baik untuk mendengar apa yang akan yunho lakukan untuk menghukumku.
“Mianhe… yun..”
Belum sempat aku melanjutkan ucapanku dia sudah memotong perkataanku.
“kau tahu kan joongie kalau setiap kesalahan yang kau lakukan pasti akan ada balasannya ?”
Potongnya dengan senyum menyeringai. Aku tahu itu yunnie… aku sudah mendapat 99 kali hukuman karena kesalahan yang kulakukan saat mengerjakan perintahmu dan entah kapan kau mau mengakhiri ini. Aku tahu menghukumku memiliki kesenangan tersendiri buatmu tapi tidak buatku yunnie ! kapan kau bisa menyadari itu ? Mungkin saat aku sudah tidak ada lagi disisimu!! Dan kurasakan mataku mulai berkaca-kaca.
“Ne… !”
Aku berusaha menahan agar suaraku tidak bergetar menahan tangis.
“Ya!!! Angkat wajahmu … memangnya kau sedang bicara dengan lantai ?”
Aku berusaha mengangkat wajahku dan mengigit bibir bawahku agar air mataku tidak tumpah.
“Bagus… begitu lebih baik joongie! Nah, sekarang sebagai hukumannya kamu harus menghabiskan eskrim ini !”
Semudah itukah ? aku menatapnya dengan pandangan tak percaya karena biasanya setiap hukuman yang diberikan kepadaku 100x lipat lebih susah dibandingkan ini.
“Tapi tidak semudah itu … !”
Dia melanjutkan dan sudah kuduga hukumanku tidak akan pernah semudah itu.
“Kau harus menemukan dan memakannya sampai habis ya!!”
Tepat setelah yunho selesai mengucapkan kata yang terakhir dia melempar eskrim itu keluar jendela lalu tersenyum licik. Tanpa sadar aku melihat keluar jendela mencari keberadaan eskrim itu dan BINGO !!! Aku menemukannya tepat bertengger diatas ranting pohon didepan sekolah tepatnya didepan kelasku.
“Ya!! Tunggu apa lagi kau ?”
Dia membentakku. Aku segera berlari keluar kelas sambil meruntukki diriku sendiri yang benar-benar jauh dari kata Beruntung ! Heh…. Aku menghela nafas berat tanpa mengurangi kecepatan lariku. Dan sekarang disinilah aku , tepat didepan sebuah pohon yang dengan angkuhnya berdiri seakan menertawakan kebodohanku. Entahlah… aku bodoh atau sial ! Tapi semua itu tetap tidak membuatku bangga. Aku baru sadar kalau semua murid dikelasku ataupun kelas lain yang sekarang jam pelajarannya kosong sedang menatapku. Aku tidak bisa menebak apa yang mereka pikirkan sekarang ini namun aku dapat melihat dengan jelas tatapan mereka yang beragam. Ada yang menatap kasihan kepadaku, dan tak jarang pula ada yang tertawa terkikik-kikik melihat penderitaanku.
“Ya !!! Sampai kapan kau mau menatap pohon itu ? “
Kudengar yunho membentakku. Dan aku mulai memanjat pohon itu , tangkai demi tangkai berhasil kulalui. Dibawah matahari yang bersinar terik hari ini aku menghapus peluh yang bersarang didahiku. Aku sudah tidak peduli lagi dengan panasnya matahari yang membakar kulitku, dan sudah tidak peduli lagi dengan mata yang menatapku karena yang kuperdulikan sekarang adalah aku ingin segera mengambil eskrim itu dan menyelesaikan hukuman ini.Dan segera pulang kerumah untuk beristirahat. Ya… kim jaejoong sedikit lagi,,ya..ya..ya dan fiuh… akhirnya aku berhasil mendapatkannya. Aku tersenyum lega dan tanpa basa-basi membuka eskrim yang isinya sudah mencair. Karena sudah mencair jadi hanya sekali teguk aku bias menghabiskannya.Aku mengusap bibirku yang belepotan dengan punggung tanganku dan tersenyum bangga karena telah menyelesaikan hukuman dari yunho. Aku ingin pulang sekarang!!!!!
|Author POV|
Tanpa jaejoong sadari, yunho yang melihat perjuangannya yang begitu teguh tersenyum kecil lalu bergumam.
“Aku tahu kau pasti bisa joongie ! Aku tahu pasti itu , kau memang hebat ! Tidak ada yang tidak bisa kau lakukan . Makanya aku selalu bangga padamu!”
Lalu yunho pun berbalik sambil berjalan ke depan sekolah dengan santai meninggalkan kerumunan orang yang masih berargumen sendiri melihat jaejoong yang polos namun ternyata sangat gigih. Kemudian satu persatu kerumunan itu membubarkan diri dan sibuk dengan urusan mereka seperti semula namun dibenak mereka akan selalu melekat perjuangan seorang kim jaejoong hari ini maupun hari-hari sebelumnya dn hari-hari yang akan datang.
Sementara itu jaejoong yang keasyikan memuji dirinya sendiri tidak menyadari kalau dia masih setia nangkring diatas pohon. Saat terik matahari semakin membakar kulitnya dia baru tersadar kalau dia ternyata masih ada diatas pohon. Ketika ingin turun dia yang aslinya adalah namja yang takut akan ketinggian merasakan kepalanya berputar-putar ketika melihat kebawah karena jaraknya dengan tanah cukup jauh.
“Yah…. Ottohke ??? Aku tidak bisa turun . Umma~”
Pekiknya dalam hati.
“Tuhan… tolong kirimkan aku seorang malaikat penolongmu untukku ! kalau tidak aku akan mati jantungan diatas sini.”
Dia terus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang kali dengan mata yang terpejam sampai mulutnya komat-kamit segala seperti sedang membaca mantra.
“Ya!!! Kenapa kau tidak mau turun ? Kau ingin menjadi penghuni pohon ? Aku tak tahu kalau kau punya kebiasaan seperti seekor monyet.“
Seru seseorang dari bawah sana membuat jaejoong seketika membuka matanya dan menutup mulut mungilnya yang sedari tadi komat-kamit.

==============+++++++++++++++++++++++===============

Ottohke ??? kalu udah baca comment yak . suka gak suka harus tetep di comment titik ! *maksa* hehheehh

Komentar
  1. Junsunew mengatakan:

    Pazti tuh org dibwh po’on brtan.y2 kyk gini “kok tuh monyet di ats po’on lbh ganteng dr gua ya? Hehehe. . . Saia salut ma saudari author yg udh buat crta bguz, tp syang, knp gua cuma ntar ya nongol.y di crita (park shin hye mksud.y ” ngarep bgt”). Saia sbg pmbca setia sgt mnunggu klanjutan.y. Ok! hwaiting!!

  2. Picture of you mengatakan:

    Hahahahhhh bukan. .bukan. . . Yg d bwah pohon mikirnya gini :
    “Lah?! Sejak kapan ada monyet yg cantiknya ngalahin semua cwe2 yg ada d dunia!” hohohh *mesem” sendiri*.
    Ah. . Gomapta adminku tercinta *sok rendah hati* !!😄 Jiah. . . . Unnie ku yg keren d samain sama siTu? SAYA SELAKU ADIK KANDUNGNYA GAK RELA. TITIK . !XD😀😛

    Bedewe,SITU KAPAN NGEPOSTNYA ? *evil face*

  3. ayymo mengatakan:

    karena ceritanya panjang bued, jdi awak gag sempat baca hehehe…
    nebeng jempol ja😉

  4. Picture of you mengatakan:

    Ayy unnie : jiah. .si unnie xp Baca kek biar lbih menghargai. . Hiks😥
    *nangis d pojokan*

  5. ch0i LovEr mengatakan:

    Si yuno kok jhat bgt disini sih…
    Jaenya jg kok mau2nya digituin..
    Lanjuut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s