FF/YUNJAE/TOKI WO TOMETE/PG 13/Chap 3

Posted: 6 Oktober 2010 by Fifi Fanfan in Fanfiction
Tag:, , , , ,

Howah… akhirnya setelah perjuangan panjang nan melelahkan *alay* akhirnya saya bisa nge-post Chap 3 ini heheh… mianhe kalau alur ceritanya agak kecepatan atau malah gak nyambung sama sekali karena sekedar info berhubung minggu depan saya ada “MID SEMESTER” makanya saya ngebut minggu ini buat nih chap 3 dan mian Chap 4 sekaligus ENDING-nya dipastikan lebih lama dari ini hehehh *Kabur*.😛 . walau FF ini punya banyak kekurangan tapi saya selaku author yang sama sekali tidak berpengalaman memohon dengan sangat dengan para reader agar bersedia meninggalkan comment, kritikan, maupun makiannya disini heheheh😀 . Oh yah satu lagi, buat winnie unnie karena sudah request part-nya park shin hye ditambah nah disini sy munculin lagi shin-hye unnie tapi cuman sedikit jadi mian yah heheheh….Saya pikir sekian dulu pengantar saya.CEKIDOTTTTTTTTTTTT….!!!!

Title : Toki Wo Tomete(Please Stop The Time)
Cast : Dbsk and other
Pairing : Yunjae
Rating : G/YAOI (⥉)
Genre : Angst

“Ya Tuhan… Aku bingung ! Aku meminta seorang malaikat kenapa engkau mengirimkanku seorang iblis ?”
Runtuk jaejoong dalam hati .
“Aku bukannya tidak mau turun, tapi aku tidak bisa turun !”
Teriak jaejoong supaya yunho bisa mendengar suaranya dengan jelas karena jarak mereka cukup jauh.
“Mwo ??? Kau bisa naik tapi tidak bisa turun ??? hahahahahhh… Kim jaejoong kau sangat lucu!”
Yunho tertawa lepas membuat gigi-giginya yang tersusun rapi terlihat dengan jelas dimata jaejoong,membuat jaejoong terkesima untuk sejenak.
“Andai kau bisa terus tertawa lepas begitu yunnie… Aku pasti akan lebih senang melihatmu ketimbang wajah dinginmu yang membuatku takut, dengan begitu aku bisa tenang meninggalkanmu saat waktuku telah tiba yunnie!”
Jaejoong bergumam sambil memandangi yunho dengan mata yang sayu.Terbesit perasaan yang membuat hati jaejoong kosong seketika saat mengingat nasibnya yang tidak seberuntung orang lain . Karena setidaknya orang lain masih bisa menikmati suasana-suasana lain selepas SMA,namun tidak untuk jaejoong.
“Ya sudahlah… karena aku tidak tega melihatmu seharian disana maka aku akan menolongmu. Cepat loncat kearahku dan aku akan menangkapmu!”
Yunho menawarkan. Jaejoong berpikir sejenak, agak meragukan bantuan yunho. Karena dia takut yunho tidak akan menangkapnya malah akan membiarkannya jatuh begitu saja. Dia ngeri membayangkan besoknya dia akan memakai kursi roda kesekolah kalau sampai itu terjadi.
“Kau meragukanku ? Memangnya aku terlihat seperti orang yang akan membiarkanmu jatuh begitu saja dan tidak menangkapmu ?”
Ujar yunho seakan bisa membaca pikiran jaejoong. Jaejoong menjawab dengan anggukan disertai wajah polosnya.
“Kau !!! heh… benar-benar !!!! kalau kau memang mau tinggal seharian diatas sana terserahlah !”
Yunho berbalik hendak meninggalkan jaejoong. Jaejoong yang bisa berpikir cepat akhirnya memanggil yunho kembali karena toh mana mau dia seharian diatas pohon yang banyak serangganya itu.
“Yun… baiklah !”
Yunho pun segera menghentikan langkahnya lalu kembali berjalan kebawah pohon .
“Akhirnya kau bisa juga berpikir cerdas! Ya… kau bisa loncat sekarang.”
Yunho menatap jaejoong untuk memperkirakan arah loncatannya agar bisa mempermudah dia menangkap jaejoong. Sementara jaejoong memejamkan mata lalu membuang tubuhnya kebawah yang disusul oleh bunyi “Brukkkk……” yang agak keras. Jaejoong mengerjap-ngerjapkan matanya untuk memastikan kalau dia masih hidup dan tidak akan memakai kursi roda besok.Dia tersenyum lega saat telah memastikan kalau ternyata dia masih hidup dan tidak akan memakai kursi roda besok.Lalu dia memandang yunho yang ada dibawahnya.Mereka terpaku beberapa detik dengan posisi seperti itu.Membuat wajah jaejoong memerah lagi dan wajah yunho juga ikut-ikutan memerah namun segera dia tutupi dengan bentakan.
“Ya!!!! Sampai kapan kau mau berbaring diatasku ??? Kau kira tubuhmu seringan kapas ? Aku tidak bisa bernafas!”
Jaejoong yang dihinggapi rasa malu akhirnya bangkit dan salah tingkah.
“Cho…chogi…aku mau ambil tas dulu karena aku harus pulang sekarang yun.”
Jaejoong bekata degan gugup tanpa menatap yunho dan tanpa persetujuan dari yunho dia segera berlari kearah bagunan sekolah.Saat punggung jaejoong menghilang dibalik bangunan sekolah yunho mulai mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
“Aish…. Kenapa setiap kali melihat wajahnya jantungku selalu berdetak kencang ! Apalagi sedekat tadi.. kenapa debarannya jauh lebih kencang daripada biasanya?! Argh…. Ottohke?!!!!”
Sementara jaejoong yang setengah berlari menuju kelas menepuk-nepuk pipinya yang terasa panas.
“Woah~….. jantungku berdebar kencang lagi hari ini. Entah sudah yang keberapa kalinya dalam sehari.”
Gumamnya.
“Brukk….”
Untuk yang kedua kalinya suara “brukk” itu terdengar lagi.Dan korbannya ternyata jaejoong dan seorang yeoja cewek yang kebetulan ingin keluar kelas saat jaejoong ingin masuk.Alhasil mereka bertabrakan dan terjatuh dilantai.
“Mi….mianhe shin hye-ssi ! Aku… tidak sengaja!”
Jaejoong berkata dengan gugup lalu membantu park shin hye berdiri.Jaejoong kelihatan canggung pada park shin hye mengingat kejadian dulu saat yunho mempermalukan park shin hye Karena dirinya.
“Gwancana jaejoong-ssi ! Itu bukan kesalahanmu kok.”
Park shin hye tersenyum manis.Senyum yang hanya jaejoong lihat 2 tahun lalu.Entah mengapa jaejoong merasa aneh melihat park shin hye tersenyum padanya padahal selama ini dia tidak pernah mau menatap jaejoong walau sejenak.Par shin hye pun berlalu kearah perpustakaan.Tinggal jaejoong yang mematung didepan pintu kelas.
[Jaejoong POV]
“Aku pulang…!”
Teriakku ketika sampai dirumah. Aku memandang seluruh penjuru rumah mencari keberadaan ummaku namun aku tidak menemukannya.Padahal biasanya ummaku akan berlari menyambutku dengan senyum indahnya dan merangkulku menyuruh agar aku segera berganti pakaian dan makan masakannya.Walau rumahku tergolong cukup besar untuk ukuran orang yang tinggal bertiga namun rumahku ini tidak pernah sepi oleh candaan dari appa dan ummaku.Mereka selalu memperhatikanku dan memberi kehangatan buatku.Rumah adalah zona ternyaman yang kupunya didunia ini.
Karena lelah aku ingin segera merebahkan diri dikamar.Ketika aku melewati ruang kerja appaku , aku mendengar suara umma dan appaku sedang bercakap-cakap.Dengan iseng aku ingin mengagetkan mereka makanya aku mengendap-endap untuk membuka lebar pintu ruang kerja appaku.Namun aku menghentikan gerakan tanganku yang sudah memegang kenop pintu.Karena aku mendengar mereka membicarakan masalah penyakitku.Aku memutuskan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.
“Yeobo… kau tahu kalau hasil pemeriksaan jaejoong sudah keluar hari ini?!”
Ujar umma, entah mengapa aku merasa ada nada kesedihan yang terselip dari ucapannya.
“Ya… aku tahu itu! Apa kata dokter?”
Appa bertanya dengan nada cemas.
“Di…dia bilang kalau joongie kita mungkin tidak bisa bertahan lagi melewati tahun ini!”
Umma berkata lalu terisak pelan.
“Kau tahu…. Aku tidak ingin joongie pergi! Aku masih mau melihatnya disini tahun depan dan tahun-tahun yang akan datang!”
Umma setengah berteriak kemudian isakannya mulai terdengar keras dan memilukan.Melalui celah kecil didepanku, aku bisa melihat appa tertunduk.Aku hanya tersenyum getir mendengar pembicaraan mereka.Aku tahu kalau semenjak aku divonis oleh dokter menderita kanker otak aku tidak bisa berlama-lama menikmati hidup ini.Aku sangat tahu pasti itu…..namun yang aku sayangkan adalah secepat itukah aku pergi ? Aku berjalan gontai menuju kamarku,menutup dan menguncinya.Lalu aku duduk diranjang dengan lutut ditekuk. Kalau boleh jujur,sebenarnya aku belum ingin pergi.Aku belum siap meninggalkan appa , umma , dan yunnie.Aku masih ingin merasakan masakan ummaku yang sangat enak ,aku masih ingin appa menepuk-nepuk bahuku saat aku sedih,aku masih ingin melihat senyum ummaku saat menghibur dan menyambutku, dan… dan… aku ingin melihat senyum yang yunho tujukan hanya kepadaku.Aku terisak pelan dan berfikir mungkin beberapa tahun lagi aku bisa melihat senyumnya hanya untukku jika aku selalu ada disampingnya dan menuruti apa yang dia perintahkan.Jika saja aku masih diberi kesempatan hidup untuk beberapa tahun lagi,pasti aku bisa melihat senyumnya itu.Aku selalu berharap waktu bergulir lambat namun kenyataannya waktu bergulir sangat cepat tidak seperti apa yang aku harapkan.Saat ini sudah bulan Desember,dan tahun depan itu berarti tinggal 7 hari lagi.Kadang aku iri dengan orang yang masih bisa menikmati hidupnya tanpa harus berpikir akan melakukan apa diwaktu yang sesempit ini.Karena aku tidak punya cukup waktu untuk bersantai-santai memikirkan masa depan,Toh bagaimanapun juga aku tidak mungkin bisa bertahan sampai 1 atau 2 tahun lagi. Aku menelungkupkan wajahku, sakit rasanya mengetahui kalau umur kita tidak lama lagi. Lebih sakit lagi karena aku tidak tahu harus berbuat apa untuk kedua orang tuaku dan orang-orang yang kusayangi,setidaknya aku harus melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka tersenyum karenaku dan mengingatkanku bahwa betapa indahnya dunia ini saat mereka ada disampingku. Selain itu,Aku ingin Umma dan Appa tersenyum saat aku sudah tidak ada lagi disisinya bukannya malah terus menagisiku.Dan aku tidak ingin mereka berpikir kalau mereka bukan orang tua yang baik.Karena mereka adalah orang tua yang sangat kubanggakan.Yang terpenting adalah aku ingin yunnie terus mengingatku dan menyukaiku seperti aku menyukainya.Bolehkah aku berharap begitu ?! Karena hanya harapanlah yang dapat membuatku hidup.
Aku mengangkat wajahku dan menghapus air mataku.Cukup sudah aku menangis hari ini.Aku sudah lelah menangis seperti ini,lagipula menangis juga tidak akan membuat umurku bertambah 1 detik pun.Aku memandang diriku dicermin, kulihat sosok yang terlihat sangat berantakan disana dengan wajah yang memerah akibat menangis.Aku mencoba tersenyum dan menguatkan hatiku. Tanpa sadar air mataku mengalir lagi.
“Aish~…..Kim jaejoong pabo!!!Jangan jadi namja yang cengeng!”
Desisku pada diriku sendiri mengingat yunho selalu menekankan padaku agar aku jangan cengeng. Ng…. Yunniea~, Bagaimana aku harus memberitahumu kalau aku sangat menyukaimu ?!!
“Tuhan…. Tolong berikan aku sedikit waktu untuk melakukannya. Saat aku sudah yakin bisa mengatakannya maka kau boleh mengambilku saat itu juga.”
Aku memejamkan mata dan memohon dengan hikmat kepada Tuhan.
Tok…tok…tok…
“Joongie …. Apa kau ada didalam ?”
Suara umma membuyarkan lamunanku.Aku segera menghapus air mataku dan berusaha menyamarkan bekasnya.Aku tidak ingin umma mengkhawatirkanku karena aku tahu kalau dia lebih terluka dibanding aku.
“Ne… umma ! Masuk saja”
Aku berpura-pura sibuk dengan buku yang sempat kusambar sebelum umma membuka pintu dan melangkah kesampingku.
“Kapan kau pulang? Kenapa umma tidak menyadari kalau kau sudah pulang ?”
Dia berkata sambil tersenyum lalu mengacak-acak rambutku penuh sayang.Kulihat bekas air mata masih menggenang disudut matanya.
“Ah umma, Aku sudah mengucap salam berulang-ulang kali tapi umma tidak muncul-muncul juga. Kupikir umma sedang pergi,makanya aku langsung masuk ke kamar!”
Aku memperhatikan wajahnya, wajah yang mungkin saja akan sangat kurindukan saat aku tidak ada disini lagi.
“Ah kureyo! Kalau begitu kau mau makan ? Umma ambilkan makanan dulu yah!”
Umma beranjak dari duduknya tapi aku menarik lengannya bermaksud menahannya.
“Aniyo umma… aku tidak lapar! Umma ada sesuatu yang mau kukatakan.”
Dia kembali duduk disampingku lalu menatapku dengan pandangan bertanya-tanya.
“Apa yang ingin kau katakan nak ?”
Dia terseyum bijak, aku menatap kedalam matanya.Ada kesedihan yang teramat dalam didalam matanya.
“Mm…. umma. Bisakah umma berpura-pura tidak tahu kalau aku sedang sakit ? Anggap saja tidak terjadi apa-apa denganku! Jadi,jangan memperlakukanku seakan aku sedang sakit keras.Bersikaplah seolah-olah aku masih bisa hidup sampai beratus-ratus tahun lagi! Aku sangat berharap kalian menganggapku begitu.”
Aku berkata dengan nada lirih.Umma tersentak mendengar ucapanku lalu dia berusaha tersenyum.
“Baiklah joongie… kalau itu maumu, umma akan menganggap kalau kau akan hidup hingga beratus-ratus tahun lagi.Dan kau akan selalu ada disini selamanya!”
Dia berkata dengan nada meyakinkan namun matanya tidak bisa berbohong.Aku bisa melihat mata umma berkaca-kaca.Aku tersenyum manis untuknya.Berusaha meyakinkannya kalau aku tidak apa-apa dan tidak akan terjadi apa-apa padaku.Padahal aku juga tidak tahu pasti apa yang akan terjadi padaku nanti.Dan aku juga tidak tahu pasti kalau aku baik-baik saja atau tidak.
“Joongie… Umma mau kedepan dulu,Appa mu sedang menungguku di sana.”
Umma berjalan keluar. Aku menatap punggung umma hingga menghilang dari balik pintu kamarku.Dan sepeninggal umma aku menghela nafas berat.
|Author POV|
Umma jaejoong berjalan keluar dan menutup pintu.Dia sudah tidak sanggup lagi menahan tangisnya. Dia menangis tanpa suara di balik tembok kamar jaejoong.
“Jonggie… bagaimana aku bisa bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa padamu?! Kau tahu setiap kali melihatmu batinku seperti tercabik-cabik.Aku merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik bagimu.Kau selalu berjuang melawan penyakit itu sendirian,dan aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu.”
Dia berkata dalam hati.
“Mianhe joongie …. Mianhe…Aku bukanlah umma yang baik untukmu joongie!!!”
Dia bergumam lirih. Dan air matanya mengalir semakin deras.
˻Yunho room˼
Yunho sedang mendengarkan i-pod nya sambil bersenandung mengikuti irama musik yang dia dengar.Matanya memandang kearah langit-langit kamarnya.Tiba-tiba terlintas kejadian tadi siang dibenaknya.
“aish… yunho pabo !”
Dia mengumpat lalu berjalan kearah balkon kamarnya.Menatap langit senja , dia merasa ketenangan melingkupinya seketika.Saat memejamkan mata wajah jaejoong dengan beragam ekspresi berputar seperti sebuah film di benaknya.Ditambah lagi Lagu “When we’ll be Together”-nya Dbsk mengalun lembut dari i-pod nya seakan sengaja menginginkan yunho terus memikirkan jaejoong.
|YUNHO POV|
Aku merasa nyaman ketika melihat langit sore.Entah mengapa aku iri pada langit yang bisa dengan mudah mengungkapkan perasaannya.Saat dia merasa senang maka birunya langit bisa mewakili perasaannya membuat matahari bersinar terik.Saat dia merasa kesepian maka dia akan memanggil bintang-bintang dan bulan untuk menemaninya,itulah yang dinamakan malam. Dan saat dia merasa sedih maka dia akan menurunkan hujan sebagai air matanya.Langit sangat berbeda denganku yang tidak tahu caranya mengungkapkan perasaan.Saat aku sedih,saat aku marah, saat aku senang, saat aku kagum, bahkan saat aku menyukai seseorang semuanya hanya terungkapkan dengan sebuah ekspresi .Ekspresi dingin… yah itulah aku yang tidak tahu caranya mengungkapkan apa yang aku rasakan.Aku mencoba memejamkan mataku , merasakan semilir angin menerpa wajahku.Sebuah lagu dengan melodi indah mengalun dari i-pod ku membuat otakku seakan memutar beragam peristiwa seperti sebuah film dengan seorang tokoh utama orang yang kusayangi.Yah… dia adalah kim jaejoong ! seorang namja polos dan lugu.Aku ingat ketika dia menawarkan diri menuruti semua perintahku membuatku sempat berpikir ingin mengerjainya sebentar namun aku malah terikat dengannya.
{Flashback}
“ng… Anneyong chingu, gomawo tadi sudah nolongin saya!”
Dia berkata dengan gugup kepadaku.Namun entah mengapa aku mengeluarkan ekspresi dingin.sebenarnya aku merasa senang diajak bicara olehnya… Kim jaejoong, Seorang teman SMP ku yang aku kagumi dari dulu karena keramahannya kepada siapa saja.Dan tak kusangka dia akan menegurku seperti ini,padahal waktu SMP dulu aku hanya bisa memandangnya dari jauh.Dan asal kalian tahu kalau aku sengaja masuk kesekolah yang sama dengannya hanya untuk memperhatikannya 3 tahun lagi.Karena 3 tahun di SMP belum cukup buatku.
“Saya tidak bermaksud menolong kamu! Itu tadi cuman kebetulan.”
Loh….Loh… kenapa disaat seperti ini sistem sarafku bertolak belakang dengan perasaanku ?Hm… pasti dia akan kabur saat ini juga dan bahkan tidak mau lagi melihat mukaku.Ottohke ?? Aku merasa ingin memukul kepalaku dan berteriak pabo sekarang juga!!!
“Bagaimanapun juga saya merasa harus berterima kasih padamu!”
Katanya tetap ngotot.
“Terserah kaulah !”
Aku memutar bola mataku kesal padahal sebenarnya aku kegirangan setengah mati karena dia tidak langsung kabur seperti dugaanku.Setidaknya belum…. Mungkin 1 menit lagi dia akan pergi dari hadapanku karena malas melihat ekspresiku yang menyebalkan bahkan buat diriku sendiri.
“ya sudah.. mulai hari ini sampai seterusnya aku akan menuruti apa yang kau perintahkan !”
Tawar jaeoong membuatku melongo seketika .Setidaknya itu tidak kulakukan dihadapannya.karena aku masih memiliki harga diri untuk tidak melakukan itu.Aku tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini.Mungkin ini adalah hari keberuntungan semasa aku dilahirkan sampai sekarang ini.Membayangkan selama 3 tahun ini aku hanya bisa melihat jaejoong dari jauh dan hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu .
“Sungguh polos!”
Aku berkata dalam hati melihat ekspresinya yang sangat polos.Dari dulu dia memang tidak berubah dan tidak akan pernah berubah.Selalu baik kepada siapa saja,makanya kadang dia tanpa sadar dijadikan bahan permainan anak-anak sekelasnya.Ada yang sengaja menjadikannya Devisa berjalan atau yang menjadikannya mesin pekerja tugas dan masih banyak lagi. Kadang aku ingin sekali menonjok orang-orang yang memperlakukannya seperti itu namun apa daya aku tidak bisa melindunginya.Tepatnya tidak tahu cara melindunginya.Makanya aku tidak pernah senang melihat orang yang pura-pura akrab dengannya padahal hanya ingin menyalahgunakan kebaikannya.Jaejoong juga tidak pernah berkata tidak pada orang-orang itu… karena dia terlalu baik,terlalu polos,atau bahkan terlalu bodoh untuk menyadari kalau dia hanya dijadikan mainan mereka.Aku memandangnya sekali lagi,kulihat ekspresinya yang lega sekaligus senang.Mungkin karena niatnya untuk membalas budi berhasil.
{END OF FLASHBACK}
Aku menghela nafas berat dan membuka mataku perlahan.Kali ini aku bisa melihat cahaya keoranges-orangesan yang menerpa setiap benda disekitarku.Aku berpikir kalau aku tidak ingin begini terus.Aku harus mengungkapkan perasaanku kepada jaejoong sebelum seseorang merebutnya dariku.Tapi masalahnya… aku tidak tahu bagaimana caranya dan pikiran tentang dia akan menolakku selalu menghampiriku saat aku ingin mengatakannya.Jelas saja aku takut dia akan menolakku,bagaimana tidak kalau selama ini aku selalu memperlakukannya dengan buruk . Aku selalu menyuruhnya melakukan sesuatu yang agak diluar batas kewajaran manusia.Namun anehnya dia mau dan selalu bisa menyelesaikan apa yang kuperintahkan.Mungkin saat ini dia berpikir kalau aku adalah seorang iblis yang selalu mengganggu hidupnya.Karena aku membuatnya kehilangan teman,kehilangan harga diri,bahkan sering berkata kasar padanya.Tapi dia tetap saja tidak pernah mengeluh bahkan tidak pernah membalas perlakuanku.Kupikir dia tidak cukup bodoh untuk menerimaku yang jelas-jelas orang terkejam yang muncul dalam hidupnya.Itulah yang membuatku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya.Aku tahu tidak seharusnya aku meyiksanya dahulu.Dan jujur saja aku tidak pernah berpikir untuk menyiksanya.Aku hanya melakukan sesuatu yang spontan.Aku ingin mengajarkannya untuk tidak bergantung pada orang lain,dan tidak mudah percaya pada apa yang dikatakan orang.Makanya aku memonopolinya dari teman sekelas.Selain itu aku juga suka ekspresi wajahnya yang ketakutan atau saat dia lagi kesal,dia akan mengembung-gembungkan pipinya seperti ikan koki.Itu membuatku ingin sekali menciumnya.Diluar dari semua itu aku berjanji akan mengubah sikapku mulai besok dan seterusnya karena aku tidak cukup tolol untuk melepaskannya begitu saja.Itu akan membuatku tersiksa saat dia tidak ada disampingku.Yah…. aku akan mengubah sikapku ! YUNHO~A …. HWAITING! Take you’r love.🙂

Ottohke ????🙂 leave you’r comment🙂

TAMBAHAN Jeje’s and YUNJAE foto :

( A/N : ini nih wajah sedihnya jeje🙂 cakepppppp ! Suami sapa dulu dong *dibunuh selir-selir jeje*😛 )

(A/N :  Ini nih kebiasaan jeje  :D )

(A/N : Nah… maksudnya gembung-gembungin pipinya tuh gini ! Ini juga salah satu kebiasaan suami saya heheheh *digetok*)

(A/N : Ini nih yunjae moment😀 love them so much)

Komentar
  1. OneWiwin mengatakan:

    SeulphoyoT.T
    SEdih.y*logat upin ipin*
    Jadi sedih kalo inget jejung oppa yg udah mau keatas. . . .
    Tapi q senang coz unniq yg trsayang jg nongol walopun sbntar tp ttp saranghaeyo shin hye unni *senyum polos*
    Q salut ma fi saeng yg udh ngebuat ff ini walopun lamaaaaaa bgt jarak.y ma ff yg sblum.y

    Hwaiting fi saeng!^^

  2. ch0i LovEr mengatakan:

    Author ayo lnjutin chap4ny ya..ak tungguin neh…
    Jgan bikin jae m*** ya..wkwkwk
    ga rela..

    Ternyata yun dah lbh dulu suka jae jauh sblum jae suka yun..
    Omo manisnya yunjae ini…
    Waitin 4 next chap..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s